Mengapa Harus Investasi Emas Murni ?

invest

Investasi adalah kegiatan menyimpan nilai atau daya beli uang untuk digunakan suatu saat di masa depan dengan harapan memperoleh keuntungan. Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi masa depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan.

Alasan Mengapa kita harus berinvestasi…?

  1. Saat ini barang kali kita masih berada di puncak produktivitas, karier sedang bagus, penghasilan pun tinggi, dan kita bisa menikmati kehidupan tanpa kekurangan, baik kebutuhan pokok primer, sekunder maupun kebutuhan tersier segalanya terpenuhi, tidak ada perlunya investasi, nikmati saja hari ini, hari esok tidak usah dipusingkan. Ini adalah gambaran seseorang yang berada di puncak usia produktif (25-50 tahun). Penghasilan sedang tinggi-tingginya, jaringan relasi sedang luas-luasnya. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa mengantungkan hidupnya pada penghasilan aktif. Tapi kita hidup bukan untuk hari ini saja, suatu saat nanti karier kita berakhir, kondisi fisik akan menurun, sehingga kemampuan mencari uang pun pasti akan berkurang pula. Ketika kondisi fisik dan keuangan  menurun, terjadi pergeseran sumber penghasilan dari active income (bekerja secara fisik) menjadi passive income (penghasilan dari investasi). Jangan sampai terjadi menimpa kita “dulu memimpikan waktu luang untuk menikmati hidup saat masih bekerja secara fisik” uang bukan masalah, tapi ketika sudah tidak bekerja  waktu luang sudah tidak menjadi masalah, justru uang yang jadi masalah. Tragis sekali kalau kita jatuh miskin justru pada saat terbebas dari tekanan pekerjaan.
    ?
  2. Memutus mata rantai penyakit sosial “kemiskinan” sebagai penyakit menurun pada generasi berikutnya dengan tindakan (action) gerakan gemar investasi melatih kecerdasan pendidikan keuangan (Financial IQ) dengan harapan berangkat dari diri kita masing–masing dapat mengelolah keuangan dengan lebih cerdas akhirnya meningkatkan kesejahteraan kita, bisa hidup mandiri tanpa mengantungkan dan merepotkan saudara, teman, termasuk negara.

Perencanaan Keuangan untuk tujuan investasi

Rumus:  P = K   +  I/S

P = sumber pendapatan atau Income
K = konsumsi atau nilai uang yang dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan baik berupa barang atau jasa.
I/S = investasi/saving adalah uang yang ingin kita investasikan dari pendapatan (income) yang kita terima. (idealnya minimal 30%)

Indikator perencanaan keuangan kita berhasil jika :

  1. Setiap menerima sumber pendapatan (P), kita mampu menyisihkan minimal 30% untuk tujuan investasi  (I/S) terlebih dahulu.
  2. Semakin besar sumber pendapatan (P), kita mampu menaikkan besaran prosentase investasinya (I/S)
  3. Menghargai jerih payah saat mendapatkan sumber pendapatan (P), sehingga sangat berhati-hati saat untuk melakukan hal-hal yang bersifat konsumtif (K), termasuk memilih jenis investasi (I/S)

Indikator perencanaan keuangan kita gagal total jika:

  1. Setiap menerima sumber pendapatan (P), uang habis hanya untuk pemenuhan kebutuhan yang bersifat  konsumtif (K) seperti  food, fun, fashion.
  2. Semakin besar sumber pendapatan (P), semakin besar pula perilaku  konsumtifnya (K).
  3. Kondisi terparah apabila kita menjadi tidak rasional dengan menaikkan konsumsi (K) melebihi sumber pendapatan (P) yang kita dapat, sehingga ditutup dengan berhutang kesana kemari. Gaya hidup (life style) semacam ini pada akhirnya dapat menjerumuskan kita ke dalam urusan kriminalitas seperti mencuri, menipu, serta perbuatan lain yang melanggar hukum pidana/perdata serta aturan agama.

Jadi  Karakter diri sendiri merupakan faktor utama yang paling menentukan terhadap perencanaan keuangan kita akan berhasil atau gagal.

Alternatif Investasi

  • Tanah
  • Rumah (properti)
  • Saham
  • Tabungan/deposito
  • Obligasi/reksadana
  • Emas
  • Dan lain sebagainya

Berbagai batasan seperti kebutuhan akan uang tunai, tujuan, perilaku, resiko serta pengetahuan terhadap kelebihan dan kekurangan suatu jenis investasi membuat setiap individu memilih investasi yang berbeda–beda. Oleh karena itu menentukan investasi yang tepat membutuhkan sebuah perencanaan dan strategi yang jitu.

Apakah dengan berinvestasi menjamin kita lebih sejahtera …?

seharusnya kita harus lebih sejahtera. Toh kita sudah berkorban pada diri sendiri untuk bersusah payah dengan jalan berhemat. Kalau mau jujur kita harus lebih sejahtera.

Tapi jawabnya : belum tentu, semua tergantung pada pilihan investasi yang kita ambil apakah mampu menaklukkan inflasi, atau malah kehilangan nilainya pelan-pelan akibat gerusan inflasi.

Tidak semua orang memiliki pilihan investasi yang ideal, alih–alih menikmati passive income yang melebihi kebutuhan hidup, mereka yang bernasib kurang baik itu justru kehilangan modal investasinya, mereka menyisihkan penghasilan untuk berinvestasi dengan bersedia mengurangi kenyamanan hidup demi masa depan lebih baik, dengan harapan semakin kaya dan makmur, mereka justru semakin miskin. Uang yang disisihkan susah payah itu ternyata hilang tak berbekas. Pengorbanan menunda konsumsi itu ternyata sia-sia. mengapa hal ini bisa terjadi  ..? Sebab, mereka menempatkannya pada instrument investasi yang kurang tepat.

Lantas adakah inventasi yang tepat saat ini …?

ada yaitu Emas, Mengapa emas…? apa kelebihanya ?

  • Dalam Al-Quran, ALLAH SWT pernah menyinggung mengenai ihwal emas sebagai investasi ketiga setelah investasi istri shalehah dan investasi anak yang shaleh.
    “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia, wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas , perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah serta ladang “ (QS. Ali Imran : 14) Firman ini semakin menegaskan betapa investasi emas sangat bernilai.
  • Kemampuan Emas sebagai penakluk bahaya laten penyakit ekonomi yaitu :
    • Deflasi
      Keadaan yang menunjukkan daya beli uang meningkat karena jumlah uang yang beredar relatif lebih kecil dari pada jumlah barang dan jasa yang tersedia.
    • Stagflasi
      Keadaan inflasi yang tinggi dan berkepanjangan, ditandai dengan macetnya kegiatan perekonomian yang menyebabkan pengangguran.
    • Inflasi
      Keadaan perekonomian yang di tandai oleh kenaikan harga secara cepat sehingga berdampak pada menurunnya daya beli karena melemahnya mata uang. berdasarkan tingkat keparahanya ada tiga tipe inflasi yaitu:
      +  Inflasi moderat, apabila laju inflasi di bawah 10% pertahun
      +  Inflasi ganas, apabila laju inflasi berkisar antara 10%-99% pertahun
      +  Hiperinflasi, apabila laju inflasi diatas 100%.
      Jadi dengan investasi emas menjaga kita dari berbagai kemungkinan yang akan terjadi diluar perkiraan, kemampuan kita untuk mengubahnya terutama faktor eksternal seperti gejolak geoekonomi dan geopolitik.
      ?
  • Kelebihan emas lainnya

Pergerakan emas dari tahun ke tahun (years on years)

Tahun rata-rata troy harga rupiah /gram % kenaikan/tahun
2001 250 Rp 70.000 20 %
2002 309 Rp 84. 500 20%
2003 363 Rp 101.000 20%
2004 409 Rp 121.000 20%
2005 444 RP 151.000 25%
2006 603 Rp 188.000 25%
2007 720 Rp 235.000 25%
2008 840 Rp 282.000 20%
2009 1000 Rp 330.000 20%
2010 1200 Rp 395.000 20%
2016 target 5000 s/d 10.000 Rp. 1.000.000- Rp. 3.000.000 ??? …

Demikian artikel ini dibuat berdasarkan data dan fakta sejarah yang telah terjadi, sedangkan kebenaran trend harga Emas di masa depan masih perlu dibuktikan seiring dengan berlalunya waktu akankah sejarah terulang kembali berdasarkan teori DJIA: Emas selalu berbanding 1 tentunya  analisa ini merupakan pendapat pribadi penulis  yang belum teruji kebenarannya, karena semua kebenaran dan semua kepastian hak mutlak Tuhan YME, sedangkan manusia sebagai mahluk yang dikaruniai akal, kecerdasan berkewajiban menganalisa untuk kemudian di aplikasikan di dalam aspek kehidupan baik lewat ilmu ekonomi, ilmu politik, statistik serta berbagai disiplin ilmu lainnya, akhirnya semoga informasi awal dan sedikit ini dapat menambah wawasan para pecinta emas (Gold Bug)  semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada penulisan dan kata-kata yang kurang berkenan.

SELAMAT BERINVESTASI  EMAS . . . !

 

Author: Muchlis Diagama

Comments are closed.