Emas Murni Mata Uang Sesungguhnya

matauang

Uang Kertas (Fiat Money) adalah alat pembayaran yang sah dan wajib diterima dan digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari dan berlaku secara umum, yang  ditetapkan oleh bank sentral/negara selaku penerbit mata uang melalui undang-undang yang berkekuatan hukum (legal tender).

Menurut teori dasar mengenai fungsi uang yakni :

  1. Sebagai alat pembayaran (Medium of Exchange)
  2. Penakar/satuan harga (Unit of Account)
  3. Penyimpan nilai/kekayaan (Store Of Value)

Khusus fungsi uang sebagai media penyimpan nilai/kekayaan hendaknya kita perlu untuk mengkaji ulang, karena pada kenyataanya jika kita menyimpan/menabung, maka uang bunga atau bagi hasil yang kita terima tidak sebanding dengan turunnya nilai sebuah mata uang dalam jangka waktu tertentu yang disebabkan bertambahnya persediaan uang secara berlebihan (inflasi), sehingga menyebabkan daya beli (purchasing power) uang yang kita miliki berkurang sekalipun nilai yang tercantum pada mata uang (nominal) terlihat bertambah.

Tahukah anda, ketika anda memutuskan menyimpan kelebihan dana dalam bentuk tabungan dengan tingkat bunga 6% pertahun, sementara itu inflasi yang terjadi saat ini berkisar 6% pertahun, maka hasil bunga dari uang anda akan menjadi impas dengan inflasi, artinya uang anda tidak berkembang sama sekali sehingga daya belinya tetap terhadap suatu produk atau komoditas yang juga naik rata–rata 6% pertahun, hal itulah yang  membuat kita semakin tidak sejahtera.

Kurangnya pemahaman akan dampak inflasi terhadap nilai uang dalam jangka waktu panjang menyebabkan banyak orang menjadi korban inflasi, kita hanya merasa uang atau simpanan kita terus bertambah dari segi jumlahnya, tetapi tidak dari segi daya beli terhadap barang dan jasa. Faktanya nilai uang kita dicuri diam-diam oleh inflasi tanpa kita sadari yang menjadikan uang kita semakin tidak berharga.

Jalan keluarnya adalah kita harus bisa menjaga dengan melakukan lindung nilai (hedging) terhadap hasil jerih payah kekayaan kita dengan cara  mencari  jenis investasi  yang aman dan mampu menaklukkan inflasi, salah satu caranya dengan cara berinvestasi Emas Murni yang telah terbukti kenaikannya rata-rata 15%-30% pertahun, semakin tinggi inflasi semakin tinggi harga emas, karena pergerakan harga emas selalu lebih tinggi dari laju inflasi yang terjadi baik inflasi moderat (inflasi kurang dari 10%), inflasi ganas (inflasi lebih dari 10%),  ataupun hiperinflasi (inflasi lebih dari 100%).

Mengapa Emas Murni adalah uang sesungguhnya …?

karena dahulu setiap mencetak “uang” harus dijamin dengan cadangan emas (Gold Standart) sehingga nilai uang dahulu disebut dengan uang penuh (full bodied money), karena nilai yang tertera diatas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai bahan dasar pembuatanya (intrinsik) yang terkandung dalam uang, sehingga uang tersebut sekaligus berfungsi sebagai bukti sertifikat atas kepemilikan emas kita yang disimpan oleh bank sentral/negara selaku penerbit. Namun semenjak pencabutan standart emas,  negara–negara diseluruh dunia bebas mencetak “mata  uang” kertas sesuka hati tanpa jaminan apa–apa dan hanya dilandasi unsur kepercayaan (trust), disaat kepercayaan sangat tinggi nilainya (over value) mata uang menjadi perkasa terhadap kurs mata uang lain, akan tetapi sebaliknya jika kepercayaan hilang karena masalah krisis politik/ekonomi yang terjadi disuatu negara penerbit mata uang, menyebabkan nilai mata uang bisa turun nilainya (under value) sampai terkadang mata uang menjadi tidak berharga sama sekali dan kembali ke nilai bahan dasar pembuatannya yaitu menjadi selembar kertas. Sebagai contoh hiperinflasi yang terjadi di German tahun 1920 pada saat itu harga 1 USD setara 1 Triliun Mark, sebagai gambarannya uang segerobak hanya bisa untuk membeli sepotong roti.

Hiperinflasi Indonesia tahun 1965 menyebabkan pemotongan nilai uang (sanering) IDR 1.000 menjadi IDR 1, krisis Argentina tahun 1990, krisis Meksiko tahun 1995, krisis Asia 1997, dan krisis Rusia 1998 justru membuat harga emas meroket pada saat krisis. Walau orang bilang likuiditas seret di saat krisis, namun menjual emas tetap saja semudah membalikkan telapak tangan. Menurut Muchlis Diagama salah satu owner toko emas Bulan Purnama (BP) “Banyak masalah ekonomi global kita bermula pada tahun 1971, ketika president Nixon mencopot Dollar AS dari standar emas disepanjang sejarah saat pemerintah keluar dari standar emas. Era kemelut pun dimulai, terbukti pasca pencabutan tahun 1971 jika 1 USD = IDR 480 x 35 per troy ounce : 31.1* harga emas murni  dikisaran Rp 500/gr  s/d  tahun 2011 1 USD = IDR 8.800 x 1.400 per troy ounce : 31.1* harga emas murni dikisaran Rp 396.000/gr. Dalam kurun waktu 40 tahun  harga emas telah naik berkisar  5.800 % dengan laju kenaikan rata–rata pertahun 145 persen (* 1 Troy Ounce = 31.1034768 Gram)

 

Author: Muchlis Diagama

Comments are closed.